Kelainan bawaan dan penyakit yang sering dialami bayi dan balita

Authors

Penulis: Dessy Hidayati Fajrin, Ernawati, Agi Yulia Ria Dini, Emi Wulandari, Iit Ermawati, Sriyana Herman, Tetty Rina Aritonang, Diana Putri, Arabta M.Peraten Pelawi, Tinta Julianawati, Lailatul Nujulah, Dimas Hadi Prayoga, Nurul Jannatul Wahidah, Putu Dian Kusuma Dewi, Agustina Widayati,Nurvy Alief Aidillah, Indah Rahmaningtyas, Anis Satus Syarifah, Rahmawati Raharjo, Sri Mudayatiningsih, Ernauli Meliyana, Luluk Widarti, Tri Ratnaningsih, Yunita Kholilaili Saras W., Nidya Comdeca N., Museyaroh;
Editor: Elis Fatmawati, Eka Deviany Widyawaty, Dina Novarita Kusuma Wardani;

Synopsis

Kelainan kongenital merupakan kelainan dalam pertumbuhan struktur bayi yang timbul sejak kehidupan hasiI konsepsi sel telur. Kelainan kongenital dapat merupakan sebab penting terjadinya abortus, lahir mati atau kematian segera setelah lahir. Kejadian bayi baru lahir dengan kelainan kongenital kurang lebih 15 per 1000 kelahiran. Kelainan kongenital pada bayi baru lahir merupakan penyebab kematian nomor tiga dari kematian bayi dibawah umur satu tahun (Ellyati et al., 2019).

Kelainan bawaan/kongenital merupakan penyebab kematian tersering ketiga setelah prematuritas dan gizi buruk. Di negara maju, 30% dari seluruh penderita yang dirawat di rumah sakit anak terdiri dari penderita kelainan kongenital seperti: hidrosefalus, anencephalus, bibir/palatum sumbing, hipospadia, malformasi anorektal, hirschsprung, fimosis, dan akibat yang ditimbulkannya (Amani et al., 2021).

ISBN: 978-623-5431-06-2

Download:

Referensi: 

Amani, F. Z., M., P. W., N., C., Aryananda R, K, G., I, A. M., B, W., Ernawati, E., A, S., Aditiawarman, J, H. T., N, A., & G, D. E. (2021). Clinical Characteristic of Congenital Fetal Anomaly In Tertiary Referral Hospital in East Java, Indonesia. International Islamic Medical Journal, 2(2), 40–46. https://doi.org/10.33086/iimj.v2i2.1624

Aswadi, T., & Maritska, Z. (2017). Risk Factors of Congenital Anomalies at South Sumatra Indonesia. Bioscientia Medicina, 3(12), 60–69.

Ayu Murtini, N. K., Kompiang Sriasih, N. G., & Suarniti, N. W. (2021). Gambaran Karakteristik Ibu Dengan Bayi Yang Mengalami Kelainan Kongenital Di Rumah Sakit Umum Pusat Sanglah Denpasar Tahun 2020. Jurnal Ilmiah Kebidanan (The Journal Of Midwifery), 9(2), 116–122. https://doi.org/10.33992/jik.v9i2.1419

Berger, T. M. (2012). Neonatal resuscitation: Fetal physiology and pathophysiological aspects. European Journal of Anaesthesiology, 29(8), 362–370. https://doi.org/10.1097/EJA.0b013e328354a4e7

Ellyati, S., Kusharisupeni, K., & Sabri, L. (2019). Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Kelainan Kongenital Pada Anak di RSPAD Gatot Soebroto. Journal Educational of Nursing(Jen), 2(2), 37–45. https://doi.org/10.37430/jen.v2i2.41

Purwoko, M. (2006). Risk Factors of Congenital Anomalies. Biologi Kedokteran, 1999(December), 1–6.

Rahma, A. S., & Armah, M. (2014). Analisis faktor risiko kejadian asfiksia pada bayi baru lahir di RSUD Syekh Yusuf Gowa dan RSUP Dr Wahidin Sudirohusodo Makassar tahun 2013. Jurnal Kesehatan, VII(1), 277–287.

Setyarini, D. I., & Suprapti. (2016). Asuhan Kebidanan Kegawatdaruratan Maternal Neonatal. Pusdik SDM Kesehatan.

Yudiasari, P. S., Pramatirta, A. Y., & Gondodiputro, S. (2017). Susceptible Risk Factors of Congenital Anomaly in Dr. Hasan Sadikin General Hospital Bandung, Indonesia. Althea Medical Journal, 4(2), 257–260. https://doi.org/10.15850/amj.v4n2.1095

 

 

Published

31 August 2002