NILAI PENDIDIKAN: INTERTEKTUALITAS DALAM CERITA RAKYAT BUTON
Keywords:
Nilai Pendidikan, Intertekstual, Cerita Rakyat ButonSynopsis
Sastra merupakan salah satu cabang kesenian. Dalam kaitannya dengan masyarakat, sastra adalah cermin kehidupan yang mampu memanfaatkan nilai-nilai yang ada dalam masyarakat. Sastra lahir dari perenung-perenung penciptanya tentang kehidupan secara mendalam. Sastra dan tata nilai merupakan dua fenomena sosial yang saling melengkapi dalam hakikat mereka sebagai sesuatu yang eksistensial. Sastra sebagai produk kehidupan, mengandung nilai-nilai sosial, filsafat, religi, dan sebagainya baik yang bertolak dari pengungkapan kembali maupun yang mempeunyai penyodoran konsep baru (Sutrisno, 2008: 3). Sastra tidak hanya memasuki ruang serta nilai-nilai kehidupan personal, tetapi juga nilai-nilai kehidupan manusia dalam arti total. Pendidikan sebagai proses seluruh kemampuan manusia dipengaruhi oleh pembiasaan yang baik untuk untuk membantu orang lain dan dirinya sendiri mencapai kebiasaan yang baik. Menurut Ratna, (2005: 447) bahwa Pendidikan lebih jauh dikaitkan dengan pesan dan muatannya, hampir secara keseluruhan karya sastra merupakan sarana-sarana etika. Jadi antara pendidikan dan karya sastra adalah dua hal yang saling berkaitan.
Nilai pendidikan yang terdapat dalam karya sastra disampaikan secara halus melalui bahasa yang imajinatif dan estetik. Melalui pembahasan mengenai nilai-nilai pendidikan diharapkan selain pembaca mendapat hiburan dari karya sastra yang dibacanya juga dapat memperoleh nilai pendidikan yang berguna dalam pengenalan diri dan pembentukan kepribadiannya. Salah satu bentuk dari karya sastra yang mengandung nilai pendidikan adalah Cerita Rakyat.
ISBN : 978-623-5431-00-0
Referensi:
Atmazaki. 2007. Ilmu Sastra: Teori dan Terapan. Padang: UNP Press.
Bunanta, Murti. 1998. Problematika Penulisan Cerita Rakyat untuk Anak di Indonesia. Jakarta: Balai Pustaka.
Danandjaja, James. 2007. Folklor Indonesia, Ilmu Gosip, Dongeng, dan Lain-lain. Jakarta: Pustaka Utama Grafiti.
Daroesa, Bambang. 1986. Dasar dan Konsep Pendidikan Moral Pancasila. Semarang : Aneka Ilmu.
Depdiknas. 2003. Kamus Besar Bahasa Indonesia. Jakarta: PT. Rineka Cipta
Dyah Hastuti, 2010. Skiripsi, Nilai Pendidikan Dalam Kumpulan Cerpen Emak Ingin Naik Haji Karya Asma Nadia. Fakultas Pendidikan Bahasa dan Seni IKIP PGRI Semarang.
Endraswara, Suwardi . 2003. Metodologi Penelitian Sastra, Epistemologi, Model, Teori dan Aplikasi. Yogyakarta: Caps
Ermi Adriani Meikayanti (2010) Cerita Rakyat Di Kabupaten Nganjuk (Kajian Struktural Dan Nilai Pendidikan): Yogyakarta Gadjah Mada University Press.
Esten, Mursal. 1999. Kajian Transformasi Budaya. Bandung. Angkasa.
Gaffar, 1990. Ensiklopedi Sastra Indonesia. Bandung : Titian Ilmu.
Hadi, 2003. Nilai-Nilai Pendidikan dalam Cerita Rakyat Kerinci. Skripsi Tidak diterbitkan. Jambi: FKIP UNJA.
Hamidy, UU. 2003. Bahasa Melayu dan Kreativitas Sastra di Daerah Riau. Pekanbaru: Unri Press.
Hardjana, 1994. Pengantar Apresiasi Karya Sastra. Bandung : PT Sinar Baru.
Hasbullah, 2005. Metode Dakwah Kontemporer. Yogyakarta: Mitra Pustaka.
Hj. Yetti Setianingsih, Dra. (Ketua), Wagiati, M.Hum. (Anggota), Baban Banita, S.S. (Anggota), 2006 (Laporan Penelitian). Aspek Didaktis Dalam Teks Cerita Sastra Lisan Di Kabupaten Sumedang. Sumerdang: Fakultas Sastra Universitas Padjadjaran.
Hutomo, Suripan, Sadi. 1991. Mutiara yang Terlupakan. Malang: Dioma.
Ibrahim, Maniyamin. 2009. Konteks Sastra Melayu & Budaya Melayu. Malaysia: Karisma Publications Sdn. Bhd.
Ihsan, Fuad. 2005. Dasar-dasar Kependidikan. Jakarta : PT Rineka Cipta.
Koentjaraningrat. 1984. Manusia dan Kebudayaan Indonesia. Djambatan.
Kristeva, 1994. Tentang sastra. Jakarta : Intermasa. (Terjemahan Akhdiati Ikram)
L.G. Sarmadi, 2009. (Tesis) Kajian Strukturalisme Dan Nilai Edukatif Dalam Cerita Rakyat Kabupaten Klaten. Surakarta: Universitas Sebelas Maret Surakarta,
Mahayana, Maman S. 2008. Jawaban Sastra Indonesia Sebuah Orientasi kritik. Jakarta: Bening Publishing.
Marahimin, 1999. Pengantar Apresiasi Karya Sastra. Bandung: Percetakan Sinar Baru Algensindo Offset.
Moeleong, Lexy. J. 1989. Metodologi Penelitian Kualitatif.Bandung: CV Remaja Rosdakarya.
________________1999. Metode Penelitian Kualitatif. Bandung : Remaja Karya.
Nugroho, Bimo; Eriyanto; FransSudiarsis. 1999. Politik Media Mengemas Berita. Yogyakarta: Penerbit Institut Studi informasi.
Nurgiyantoro, Burhan. 2000. Teori Pengkajian Fiksi Yogyakarta : Gajah Mada.
Nurelide, 2007. Meretas Budaya Masyarakat Batak Toba Dalam Cerita Sigalegale Telaah Cerita Rakyat Dengan Pendekatan Antropologi Sastra. (Tesis) Semarang: Universitas Diponegoro.
Noor, Redyanto. 2005. Pengantar Pengkajian Sastra. Semarang : Fasindo.
Osman, 1991. Ilmu, Teori Dan Filsafat Komunikasi. Bandung: PT Citra Aditya Bakti.
Purwanto, 1986. Pengantar Penelitian Pendidikan. Jakarta: Gramedia.
Prodopo, V. 2005. Morfologi Cerita Rakyat (terjemahan Noriah Taslim). Kuala Lumpur: Dewan Bahasa Pustaka.
Ratna, Nyoman Kutha. 2004. Teori, Metode Dan Teknik Penelitian Sastra. Denpasar: Pustaka Pelajar.
_________________, 2005. Teori Penelitian Kritik Sastra. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
Rosyadi, 1995. Ensiklopedi Tematis Dunia Islam. Jakarta: Djambatan
Forthcoming
Series
License

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.












